Sunday, January 25, 2015

Perjalanan Naik Kereta Api

Kalau jalan-jalan, pada seneng milih pake moda transportasi apa? Pastinya masing-masing mempunyai preferensi masing-masing mengenai pilihannya. Selain itu, pasti juga tergantung dari jarak yang ditempuh. Misalnya, Bandung ke Yogyakarta, masih banyak orang yang memilih naik kereta dibandingkan naik bus, mayoritas karena ketepatan waktu yang ditawarkan dengan naik kereta. Namun, kadang kala pula, ada yang memilih naik pesawat dikarenakan hanya butuh waktu ±1 jam untuk sampai ke Yogyakarta, yang pastinya yang memilih naik pesawat karena waktunya terbatas dan tidak dapat berlama-lama di perjalanan. Tapi kali ini, gue bakal membahas perjalanan dengan kereta api.
Gue sendiri juga kalau mau ke Yogyakarta dari Bandung, mending naik kereta dibanding bus. Apalagi kalau kereta pagi/siang, pemandangannya lebih tidak terduga dibanding dengan naik bus. Gue pernah naik bus ke Yogyakarta, apa yang didapat? Macet! Jadwal main jadi terganggu, kan sebel. Yang mestinya cuman menempuh ±10 jam, ini malah 14 jam. Mana kalau lagi macet, yang dateng ke bus cuman jajanan-jajanan biasa, dan entah gue harus percaya atau engga dengan kualitas makanan yang ditawarkan, kalau bawa makanan sendiri kan enak, lah kalau engga?
Tiket Kereta Api
Suasana Kelas Eksekutif
Perjalanan kereta gue memang lebih banyak menggunakan kelas eksekutif. Kenapa? Karena terkadang harganya engga berbeda jauh dengan harga kelas ekonomi ataupun bisnis. Mending pilih eksekutif sekalian, kan? Apalagi kalau jaraknya cukup jauh.
Tapi, gue juga pernah, kok, mencicipi naik kereta kelas ekonomi maupun bisnis. Berikut perjalanan kereta non-eksekutif yang pernah gue cicipi:
  1. Banyuwangi-Malang, Tawang Alun Kelas Ekonomi dengan harga ±Rp50.000 (Januari 2014), itu harga kalau gue engga salah inget, lupa nyimpen bukti foto tiketnya.
  2. Malang-Yogyakarta, Malioboro Ekspress Ekonomi dengan harga ±Rp160.000 (Januari 2014).
  3. Bandung-Jakarta, lupa nama keretanya, yang pasti kelas bisnis di tahun 2009.
  4. Bandung-Cirebon, Ciremai Ekspress Ekonomi dengan harga ±Rp80.000 (2014), tapi diupgrade ke kelas bisnis karena gerbong ekonominya dihapus untuk rute ini, ceritanya bisa dibaca di kisah perjalanan ke Cirebon.
  5. Bandung-Cicalengka, KRD Ekonomi, duh gue lupa nama keretanya, yang pasti cuman Rp1.500 harga tiketnya (Oktober 2014).
  6. Cicalengka-Bandung, KRD Patas dengan harga Rp10.5000 (Oktober 2014).
  7. Bandara Adisucipto-Stasiun Tugu, gue lupa harga, pokoknya murah (Oktober 2014).
Meskipun pengalaman naik kelas ekonomi maupun bisnis belum banyak, tapi banyak banget yang bisa gue ambil dari perjalanan tersebut. Hahahaha. Lebay, ya!
Suasana KRD Ekonomi Rute Bandung-Cicalengka
Gue kira, naik kereta lokal kelas ekonomi bakal berdiri kayak di Jakarta. Ternyata, malah duduk, nyaman, ditambah AC. Kirain engga bakalan ada AC, kirain yang ada malah angin gelebug dari luar, ditambah ada colokkan buat ngecharge. Seketika, gue merasa norak naik kereta lokal itu. Kalau naik kereta ini ke Cicalengka, berhentinya cukup lama di Stasiun Kiaracondong, penumpang lain pada turun atau duduk di deket pintu sambil nungguin kereta jalan yang pastinya dengan menghisap rokok karena engga boleh merokok di dalam kereta.
KRD Bisnis Rute Cicalengka-Bandung
Kereta ini juga nyaman menurut gue, ber-AC, meskipun tempat duduknya tegak banget, mana sempit hadap-hadapan dan kursinya engga empuk. Untung perjalanan cuman sejam, engga kerasa, deh, penderitaannya.
Pemandangan dari Kereta Banyuwangi-Malang
Pemandangan dari Kereta Bandung-Solo
Salah satu yang gue senengin dari perjalanan naik kereta pagi adalah pemandangannya. Kadang, gue nemuin hal baru, semisal ternyata kita tuh lagi di atas bukit, atau lagi lewat terowongan. Kalau naik kereta malam otomatis engga keliatan, engga kerasa, atau malah enak tidur. Bikin betah banget, deh, liat pemandangan naik kereta pagi. Suka bikin takjub sendiri, canggih banget yang bikin jalur kereta api. Mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah. Semakin bersyukur, bahwa Tuhan Sang Pencipta benar-benar sempurna menciptakan dunia ini. Keindahan yang jarang ditemukan kalau lagi di kota. Kadang juga, nemuin pemandangan perumahan, tapi yang kumuh gitu, suka kasian, tiap hari dilewati kereta, apa mereka tidak terganggu dengan suara kereta yang bising? Tapi, suka nemuin juga anak-anak pada kegirangan tiap ada kereta lewat. Lucu.
Kereta Sepi
Paling enak, kalau naik kereta (terutama eksekutif), terus isinya sepi, apalagi kalau di sebelah kita ternyata kosong. Gue pernah nyicipin suasana begini karena lagi bulan puasa, engga begitu banyak orang bepergian. Kan suka sebel sendiri kalau pergi sendirian engga ada temen, terus ternyata 'teman sebangku' kita malah bapak-bapak atau seseorang yang bikin kita males dan memilih tidur dibanding menikmati perjalanan. Kereta sepi bisa bikin kaki selonjoran ke kursi sebelah kalau pegel.
Gue juga pernah nyicipin kereta ekonomi, hadep-hadepan sama penumpang lain yang engga dikenal. Penumpang itu ngajak ngobrol. Untungnya, saat itu perginya bareng temen, gue memilih pura-pura tidur dan jadilah teman gue yang 'menjamu' obrolan si penumpang lain itu. Hahahaha.
Kereta Malam Semarang-Bandung
Giliran kereta malam, enaknya kalau ada temen. Setidaknya 'teman sebangku' bisa diajak tidur bareng, engga awkward kalau misal tetiba kepala kita jatuh ke bahu orang sebelah. Pastinya juga ada temen ngobrol yang (setidaknya) bener-bener nyambung. Kereta malam emang paling enak untuk tidur. Yeah, tidur, atau makan seperti yang gue lakukan di foto di atas. Gue pernah nyicip kereta malam dari Cirebon ke Bandung kelas eksekutif, untungnya gue dapet kursi yang cuman sendiri, engga ada 'temennya', cuman satu kursi aja gitu, engga dua kursi.
Overall, dari masing-masing kelas yang gue icipi dengan naik kereta, kesemuanya tidak mengecewakan, walau pernah suatu kali gue menemukan ada kecoa kecil di jendela gue dan hal tersebut bikin (hampir) engga bisa tidur sepanjang perjalanan, secara Bandung-Yogyakarta itu engga sebentar.
Semoga perkereta-apian di Indonesia semakin maju. Semoga harganya juga engga gitu mahal, apalagi kelas ekonominya, biar para pejalan engga ragu untuk naik kereta untuk jalan-jalan. Gue menyadari, kelas eksekutif kereta dengan naik pesawat dengan rute sama, harganya engga beda jauh, dan dengan harga yang tidak berbeda jauh pasti orang lebih banyak memilih pesawat. Pernah nemuin harga kereta eksekutif Bandung-Surabaya seharga ±Rp485.000 dan harga tiket pesawat Bandung-Surabaya hanya ±Rp500.000, mending pilih mana? Jelas pesawat, kan? Lebih cepet nyampe. Tapi, pengalaman yang diberikan jelas berbeda. Kembali lagi pada preferensi masing-masing.

7 comments: