Sunday, October 25, 2015

Pantai Pandawa yang Bukan Pantai Rahasia Lagi

Dulu waktu gue tinggal di Bali tahun 2013, gue diajak pergi ke suatu pantai, katanya pantai rahasia, pantai baru, belum ada yang mengetahui keberadaan si pantai ini. Dengan titel 'pantai rahasia' tentu saja tertarik untuk mengunjungi pantai tersebut. Sebenarnya, orang-orang (teman-teman gue) di media sosial pada saat itu sudah ada yang pernah update di pantai rahasia tersebut. Sebut saja Pantai Pandawa.
Pantai Pandawa terletak di Bali bagian selatan. Gue menuju Pantai Pandawa dari kosan gue di daerah Udayana, mencoba memilih jalur yang tidak biasa alias jalan pintas berkat Google Maps. Jalan yang gue tempuh saat itu berliku-liku dan naik-turun, ada tanjakkan yang cukup miring yang mengakibatkan temen gue engga bisa nerusin naik motor sehingga harus digotong, entah kondisi motornya yang kurang fit atau yang diboncengnya kelebihan beban, hahaha.
Kalau lewat jalur biasa, ke Pantai Pandawa bisa melewati Garuda Wisnu Kencana dari arah Jimbaran atau dari arah Nusa Dua ke arah Garuda Wisnu Kencana. Nanti ada papan petunjuk yang mengarahkan ke Pantai Pandawa. Yang pasti kalau nyasar, tinggal gunakan GPS (Gunakan Penduduk Sekitar) atau pake Google Maps.
Sesampainya di sana, jalanan masih belum diaspal, entah gue harus menyebutnya apa, yang pasti jalanannya masih kurang, deh. Kami disapa oleh petugas yang berjaga, kami ditarik biaya sebesar Rp6.000 per motor tanpa karcis. Kami pun disapa oleh pemandangan berupa tebing batu kapur yang tinggi dan keren banget (menurut gue).
Pantai Pandawa
Sepi Banget
Enak banget lah pantai kayak begini, tiada pengunjung, pantai berasa milik pribadi. Ya meskipun ada beberapa orang, tapi tidak seramai di Pantai Kuta. Mana warna air lautnya kece banget, kan!
Di parkiran motor pun sepi banget. Gue mengalami kejadian menakjubkan di sini, temen gue kelupaan cabut kunci motor dari motor, baru sadar waktu lagi main air, mau ambil dulu tapi kagok, ya sudahlah. Waktu balik ke motor, kuncinya masih tersimpan dengan rapi di tempat asalnya. Itu adalah salah satu hal yang menyenangkan berada di Bali dengan keamanannya dan kejujurannya, tapi itu kayaknya lagi hoki aja, sih.
Kalau mau duduk-duduk di sini di bawah payung, harganya Rp50.000 sepuasnya.
Kalau mau dapat momen bagus di sini, datanglah ketika pagi menuju siang, airnya engga surut.
Banyak yang Terbang
Pantai Pribadi
Pantai Pribadi
Semenjak itu, Pantai Pandawa jadi pantai favorit gue di Bali. Beberapa waktu kemudian, gue pun membawa sepupu gue main ke Pantai Pandawa. Masih dengan suasananya yang sepi. Datang di siang hari, airnya udah cukup surut, tapi masih bisa dipakai buat main kanoe (atau apa lah itu). Sewa kanoe cuman Rp25.000, murah (menurut gue).
Main Kanoe
Pantai Pribadi
Yeah, senang sekali rasanya mengetahui lokasi pantai rahasia di Bali. Secara di Bali banyak pantai tapi mainstream alias banyak yang tahu. Di awal tahun 2014, gue pun membawa teman lagi ke Pantai Pandawa. Entah karena sudah banyak yang mengetahui pantai ini atau memang lagi musim liburan, banyak banget yang lagi berkunjung ke pantai ini, sekejap kemudian gue merasakan kerinduan akan sepinya pantai ini.
Di tahun 2015, gue pun kembali ke pantai ini. Seperti yang sudah gue duga, pantai ini jadi rame banget. Banyak kendaraan parkir, orang-orang berfoto, udah semacam cendol, deh! Apa karena lagi musim liburan juga, tapi ini tuh rame banget.
Keramaian Pantai Pandawa, 2015
Ada Tulisannya Sekarang, 2015
Yang dulu sepi, sekarang jadi rame banget. Selang waktu 2 tahun dari pertama datang hingga terakhir datang ke Pantai Pandawa, perbedaannya mencolok. Kadang, dengan fenomena ini, gue bingung harus merasakan apa, senang atau sedih. Senang karena keindahan Indonesia diakui banyak orang dengan banyaknya yang berkunjung ke tempat tersebut atau merasa sedih karena tempatnya sudah tidak sesepi dahulu.
Begitulah tren wisata masa kini, yang banyak diomongkan di media sosial, pasti bakal ramai di kemudian hari. Seakan berkata, "Gue gaul udah pernah ke tempat ini itu" semacam lifestyle mengikuti apa yang sedang tren saat ini atau tidak mau kalah dengan orang-orang yang sudah pernah datang ke tempat tersebut.
Semoga saja dengan ramainya tempat wisata di Indonesia tidak melupakan apa yang harus dilakukan oleh pengunjung maupun pengelola yaitu dengan menjaga kelestarian alamnya dan memerhatikan lingkungan sekitarnya (masyarakat lokal). Kalau alamnya udah engga lestari, siapa yang mau berkunjung? Kalau udah engga seimbang, nanti sikut-sikutan (if you know what I mean).
Keep Traveling and Share Your Travel Experiences!

No comments:

Post a Comment